
Disfungsi ereksi atau dikenal juga dengan impotensi :
· kesulitan dalam memperoleh dan mempertahan
kan ereksi selama berlangsung hubungan seks.
· Ketidakmampuan untuk memulai dan mempertahankan ereksi.
Yang dimaksud “keTIDAKMAMPUAN”, meliputi: lamanya waktu yang diperlukan untuk bisa ereksi, lebih banyaknya stimulasi (rangsangan) langsung untuk ereksi, kurang mantapnya (kurang keras) ereksi, lebih lamanya waktu tenggat antar ereksi (waktu yang diperlukan dari ereksi pertama ke ereksi berikutnya lebih lama).Seperti guyonan lama: bayangan hidup, pandangan hidup, pegangan hidup, kenangan hidup, harapan hidup. Dan … malas hidup, berat … berat.
.Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup, Impotensi juga bisa terjadi akibat adanya bekuan darah atau akibat pembedahan pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah.
Apakah yang menyebabkan disfungsi ereksi?
· Obat-obatan merupakan penyebab gangguan ereksi yang paling sering dijumpai. Misalnya : antihipertensi (obat tekanan darah tinggi),diuretic (obat yang meningkatkan pengeluaran air seni),antidepresan (obat penenang),obat penurun berat badan,obat maag,alkohol,nikotin.
· Gangguan aliran darah dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Penyakit yang dapat mengurangi aliran darah ke penis meliputi pengerasan pembuluh nadi,tekanan darah tinggi,diabetes,atau penyakit peyronie(terbentuknya jaringan parut pada penis)
· Gangguan persarafan dapat menyebabkan masalah ereksi, keadaan yang dapat mengurangi atau menghambat hantaran saraf ke penis antara lain diabetes,stroke,cedera tulang belakang,pembedahan daerah panggul,dan kecanduan alkohol.
· Gangguan hormonal merupakan penyebab lainnya dari impotensi. Keadaan yang dapat menggangu keseimbangan hormon-hormon tubuh meliputi disfungsi testis (gangguan fungsi buah zakar),penyakit ginjal,liver,dan kecanduan alcohol
Gaya hidup yang salah, seperti banyak merokok, mengkonsumsi alcohol, penyalahgunaan obat-obatan psikotropika dan kurang olah raga
Hasil temuan mengungkapkan, disfungsi ereksi (DE) yang menjangkiti kaum muda (usia produktif) umumnya terkait faktor psikis, seperti gila kerja yang menyebabkan stres dan kegelisahan berlebihan.
· Faktor stres
· Penelitian di berbagai negara menunjukkan gangguan fungsi ereksi di kota-kota besar cenderung tinggi ketimbang di pedesaan. Hal ini berkaitan dengan tingginya fungsi stres akibat pola hidup, tekanan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang buruk.
Sementara disfungsi ereksi (DE) pada mereka yang berusia lebih dari lima puluh tahun cenderung disebabkan faktor penyakit degeneratif.
Dari beberapa faktor penyebab di atas, berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan Erectile Dysfunction Advisory Council and Training (EDACT) Indonesia terungkap, pasien DE dengan tekanan darah tinggi menempati urutan pertama terbanyak (25 persen), diikuti pembesaran prostat (15 persen), diabetes (13 persen), penyakit sistem pembuluh darah (9 persen), dan terakhir masalah kejiwaan/psikis (9 persen).
Risiko disfungsi ereksi (DE) meningkat seiring dengan kebiasaan mengonsumsi obat-obat psikotropik, napza, antidepresi (litium), obat penenang, dan hormon. Selain itu obat untuk penyakit yang diderita seperti antihipertensi dan antigastritis (simetidin).
Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan (terutama pada pria usia lanjut yang banyak mengkonsumsi obat-obatan).
· kesulitan dalam memperoleh dan mempertahan
kan ereksi selama berlangsung hubungan seks.
· Ketidakmampuan untuk memulai dan mempertahankan ereksi.
Yang dimaksud “keTIDAKMAMPUAN”, meliputi: lamanya waktu yang diperlukan untuk bisa ereksi, lebih banyaknya stimulasi (rangsangan) langsung untuk ereksi, kurang mantapnya (kurang keras) ereksi, lebih lamanya waktu tenggat antar ereksi (waktu yang diperlukan dari ereksi pertama ke ereksi berikutnya lebih lama).Seperti guyonan lama: bayangan hidup, pandangan hidup, pegangan hidup, kenangan hidup, harapan hidup. Dan … malas hidup, berat … berat.
.Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup, Impotensi juga bisa terjadi akibat adanya bekuan darah atau akibat pembedahan pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah.
Apakah yang menyebabkan disfungsi ereksi?
· Obat-obatan merupakan penyebab gangguan ereksi yang paling sering dijumpai. Misalnya : antihipertensi (obat tekanan darah tinggi),diuretic (obat yang meningkatkan pengeluaran air seni),antidepresan (obat penenang),obat penurun berat badan,obat maag,alkohol,nikotin.
· Gangguan aliran darah dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Penyakit yang dapat mengurangi aliran darah ke penis meliputi pengerasan pembuluh nadi,tekanan darah tinggi,diabetes,atau penyakit peyronie(terbentuknya jaringan parut pada penis)
· Gangguan persarafan dapat menyebabkan masalah ereksi, keadaan yang dapat mengurangi atau menghambat hantaran saraf ke penis antara lain diabetes,stroke,cedera tulang belakang,pembedahan daerah panggul,dan kecanduan alkohol.
· Gangguan hormonal merupakan penyebab lainnya dari impotensi. Keadaan yang dapat menggangu keseimbangan hormon-hormon tubuh meliputi disfungsi testis (gangguan fungsi buah zakar),penyakit ginjal,liver,dan kecanduan alcohol
Gaya hidup yang salah, seperti banyak merokok, mengkonsumsi alcohol, penyalahgunaan obat-obatan psikotropika dan kurang olah raga
Hasil temuan mengungkapkan, disfungsi ereksi (DE) yang menjangkiti kaum muda (usia produktif) umumnya terkait faktor psikis, seperti gila kerja yang menyebabkan stres dan kegelisahan berlebihan.
· Faktor stres
· Penelitian di berbagai negara menunjukkan gangguan fungsi ereksi di kota-kota besar cenderung tinggi ketimbang di pedesaan. Hal ini berkaitan dengan tingginya fungsi stres akibat pola hidup, tekanan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang buruk.
Sementara disfungsi ereksi (DE) pada mereka yang berusia lebih dari lima puluh tahun cenderung disebabkan faktor penyakit degeneratif.
Dari beberapa faktor penyebab di atas, berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan Erectile Dysfunction Advisory Council and Training (EDACT) Indonesia terungkap, pasien DE dengan tekanan darah tinggi menempati urutan pertama terbanyak (25 persen), diikuti pembesaran prostat (15 persen), diabetes (13 persen), penyakit sistem pembuluh darah (9 persen), dan terakhir masalah kejiwaan/psikis (9 persen).
Risiko disfungsi ereksi (DE) meningkat seiring dengan kebiasaan mengonsumsi obat-obat psikotropik, napza, antidepresi (litium), obat penenang, dan hormon. Selain itu obat untuk penyakit yang diderita seperti antihipertensi dan antigastritis (simetidin).
Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan (terutama pada pria usia lanjut yang banyak mengkonsumsi obat-obatan).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar